Share It

Selasa, 29 Mei 2012

MENDIDIK GENERASI MUSLIM YANG UNGGUL


MENDIDIK GENERASI MUSLIM YANG UNGGUL
Oleh : Sukra, S. Ag (25 Mei 2012)

hwBp ÕwJp Ö~fs ä:ã oQ  8äR&æöãp uf gç2æ häJ&Qöäæ äm=iã ú;eã ufe 9j<ã
ã9jI lã 9tEã Áue !=E v r91p uf vã v lã 9tEã Àr9Ræ éçmv 9jI uf dqA<2Q
 u~fQ uiwAp ufe ã $ãqfJY Õ=5vãp ä~m9ð Õ8 äRB g~ne Öivã Õp9] p ÖM=éçm
uf  úq^&æ | ä}ãp kb~Ipã Ø uf  8äçQ ä~Y Á9Ræ äiã ÁGRj-ã 2Ip ueã 2Qp
Àlq^&Uã>äY 9^Y
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
uf  kbj1<GjfBUã =EäRi
Hadits Nabi : Idza matabnu adama inqatha’amaluhu illa min salasin, shadaqatin jariyatin, au’’lmin yuntafa’ubih au waladin shalihin yadu’lah.

"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo'akannya."
(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Investasi jangka panjang dan tak pernah merugi adalah 1. shadaqah jariyah : pembelanjaan harta dijalan Allah yang bersifat permanen dan untuk kepentingan kemaslahatan bersama, seperti membangun tempat ibadah, jembatan, pesantren, jalan dan lain-lain.2. ‘ilmin yuntafa’ubih : ilmu yang berguna untuk kepentingan bersama, yaitu ilmu fondasi peradaban dan budaya manusia sehingga menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Ilmu apa saja yang dapat dijadikan dorongan untuk mengangkat harkat martabat manusia. Allah sebagaimana firaman Allah :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah mengangkat derajat orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan" (QS Al Mujadalah : 11)
3. waladin shalihin yadu’lah : Anak yang shaleh yang tidak durhaka kepada orang tua, anak yang senantiasa mendoakan kedua orang tua, setiap saat dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim: 6 ).

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
 [4:9] Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Asbabun Nuzul ayat :
Mujahid ra menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan permintaan Saad bn Abi Waqqash ra yang suatu saat sedang sakit keras kepada Rasulullah Saw. Ketika Rasulullah saw datang menjenguk Saad berkata Wahai rasulullah aku tidakmemliki ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Aku boleh menginfakan 2/3 dari hartaku? ’tidakboleh’ jawab Rasulullah Saw, separuh ya Rasul? Tidak’ jawab Rasul lagi. Jika 1/3 ya Rasul ? rasulullah Saw menginjinkan. Ya 1/3 juga sudah banyak.’Rasul Saw. Lalu bersabda ”lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan dari pada yang miskin yang meminta-minta kepada manusia (HR. Bukhari  dan Muslim)

Ayat ini menunjukkan bahwa 1)kita orang tua harus memperhatikan anak-anak turun kita menjadi orang yang kuat secara ekonomi. Tidak meninggalkan anak-anak yang lemah lagi peminta-minta.
.
2)kita orang tua harus memperhatikan anak-anak turun kita agar menjadi orang yang bertakwa, dan 3)kita orang tua harus memperhatikan anak-anak turun kita agar menjadi orang yang berakhlak yang baik.
Pesan ayat ini sesungguhnya agar generasi kita umat Islam menjadi generasi yang unggul. Untuk menjikan generasi yang unggul perlu upaya dan usaha keras. Usaha yang dilakukan dengan pendidikan yang baik.

Ketahuilah bahwa Allah berfirman : QS. Ar Rahman
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
audio[55:32] Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
audio[55:33] Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
audio[55:34] Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan  لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ (sains).
Pesan ayat ini jelas generasi yang akan dapat melintasi ruang dan waktu, langit dan bumi adalah genarasi yang menguasai sians dan peradaban.

Kesemuanya akan bermuara kepada doa yang senantiasa kita baca setelah shalat wajib :
surat Al-Furqan : 74 :
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Lantas pertanyaanya apakah kita sudah menyiapkan generasi unggul dan kuat sebagaimana ayat tersebut?

Dikhotomi pendidikan : a.pendidikan umum dan pendidikan agama/pesantren. Pendidikan umum sering dianggap lebih  berkualitas dan pendidikan agama sering dianggap rendah atau no2..


Ada kata kunci yang penting dalam pendidikan : Kita adalah orang  asing di era anak cucu kita.

Berkaitan dengan itu  Umar Bin Abdul Azis menyatakan bahwa didiklah anak-anakmu karena mereka hidup pada zaman yang berbeda

Pendidikan anak harus selalu dikedepankan jika memang sebuah bangsa mau menjadikan bangsanya lebih maju dari sebelumnya, atau minimal mempertahankan segi positip dari apa yang sudah ada sebelumnya. Disini, peranan orang tua, guru, dan masyarakat umumnya, harus mulai memikirkan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut.

Kita harus bangga anak-anak kita sekolahkan kesekolah bernafaskan agama, madrasah dan pesantren. Saya berikan contoh hasil dari pesantren. 1. Kita ingat novel ayat-ayat cinta karya fenomenal dari Sebuah karya bisa mengubah seseorang dari bukan siapa-siapa menjadi siapa dengan “S” besar (baca: terkenal, Red). Kini, siapa tidak kenal novelis Habiburrahman El Shirazy?
Lewat karyanya, Ayat-Ayat Cinta (AAC), saat ini dia menjadi salah seorang novelis yang cukup ternama di negeri ini. Kang Abik, demikian dia biasa disapa, sebenarnya bukan penulis baru. Cukup banyak novel yang telah ditulis dan diterbitkannya. Rata-rata karyanya bernuansa agamis sesuai background-nya sebagai santri.
2. Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung 24 Oktober 1982, Andrea Hirata sendiri merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan
Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Andrea kecil bersekolah di sebuah sekolah yang kondisi bangunannya sangat mengenaskan dan hampir rubuh. Sekolah yang bernama SD Muhamadiyah tersebut diakui Andrea cukuplah memperihatinkan. Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak. Kendati harus menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Andrea tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijuluki dengan sebutan Laskar Pelangi.

Di SD Muhamadiyah pula, Andrea bertemu dengan seorang guru yang hingga kini sangat dihormatinya, yakni NA (Nyi Ayu) Muslimah.
“Saya menulis buku Laskar Pelangi untuk Bu Muslimah,” ujar Andrea dengan tegas kepada Realita.
Kegigihan Bu Muslimah untuk mengajar siswa yang hanya berjumlah tak lebih dari 11 orang itu ternyata sangat berarti besar bagi kehidupan Andrea. Perubahan dalam kehidupan Andrea, diakuinya tak lain karena motivasi dan hasil didikan Bu Muslimah. Sebenarnya di Pulau Belitong ada sekolah lain yang dikelola oleh PN Timah. Namun, Andrea tak berhak untuk bersekolah di sekolah tersebut karena status ayahnya yang masih menyandang pegawai rendahan. “Novel yang saya tulis merupakan memoar tentang masa kecil saya, yang membentuk saya hingga menjadi seperti sekarang,” tutur Andrea yang memberikan royalti novelnya kepada perpustakaan sebuah sekolah miskin
3. Anak Maninjau pemegang 8 beasiswa dari luar negeri. A. Fuadi lahir di nagari Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Ibunya guru SD, ayahnya guru madrasah.

Lalu Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat.
Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, ”man jadda wajada”, siapa yang bersungguh ­sungguh akan sukses

Sejenak perhatikan ceritera berikut ini :

SEKOLAH PARA BINATANG

Kurikulum tersebut mewajibkan bahwa untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah, setiap siswa harus berhasil pada lima mata pelajaran pokok dengan minimal 8 pada masing-masing mata pelajaran.

Adapun kelima mata pelajaran pokok tersebut  adalah :
-         Terbang - Burung elang sangat unggul dalam pelajaran terbang
-         Berenang - Sementara bebek terlihat unggul dan piawai dalam pelajaran berenang,
-         Memanjat- Tupai sangat unggul dalam pelajaran memanjat,
-         Berlari - Rusa adalah siswa yang luar biasa dalam pelajaran berlari
-         dan menyelam - Lain lagi dengan katak, dia sangat unggul dalam pelajaran menyelam
Sekolah formal, yang demikian tidak dapat menghasilkan lulusan yang dapat bersaing sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Bahkan sebaliknya kompetensi dan keunggulan yang dimiliki hilang terbuang dengan percuma secara sistemik.

Pendidikan Islam sebenarnya mengembangkan segala potensi untuk menjadi umatan wasathan dalam arti manusia yang unggul dan menjadi wasit dunia. Islam memandang manusia sebagai makhluk multipotensi. Menurut Dr. Nasi’ Ulwan, setidaknya ada 6 hal yang harus diperhatikan dalam mendidik anak, diantaranya adalah: 1)al imaniyah(keimanan), 2)al khuluqiyah(akhlak), 3)al ’aqliyah(akal), 4)al ijtima’iyah(sosial), 5)an Nafsiah(jiwa), 6)al jismiyah (fisik)

Dalam teori psikologi mutahir bahwa sesungguhnya manusia memiliki multiintelijen (IQ, SQ, EQ dan lain-lain). Sehingga keragaman potensi yang dimiliki dapat berkembang seimbang, pada giliranya bermuara pada keunggulan.

Hadirin Jamaah rahimakumullah
Kalau kita sederhanakan pendidikan untuk menghasilkan orang yang cerdas itu hal yang biasa dan lebih mudah tetapi untuk menghasilkan orang yang jujur, ikhlas, bertanggung jawab dan shaleh secara agama sangat sulit.
Tugas besarn pendidikan kita adalah mecapai orang yang jujur, ikhlas, bertanggung jawab dan shaleh. Mengutip Prof. Dr. Imam Robandi
Saya dalam sebuah kapal_ Kapal saya harus sukses dalam berlayar _ Saya membutuhkan angin untuk sukses dalam  berlayar
_ Jika ada angin besar, saya tidak akan menceburkan diri ke laut.
_ Saya harus fight untuk mengubah angin besar menjadi kekuatan untuk mengantar kapal sampai ke tujuan.
_ Jumlah banyak vektor belum tentu besar.
_ Jika saya tidak mengetahui tujuan kapal untuk berlabuh, maka angin tidak diperlukan.



بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar